Tual - Eksekutifmedia.com. Front Pemuda Muslim Maluku Kota Tual, (FPMM) memberikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Tual dan Inspektorat Kota Tual yang secara serius melakukan pemberantasan korupsi di Kota Tual pernyataan ini disampaikan Ketua DPD FPMM Kota Tual Ruslani Rahayaan, saat ditemui Eksekutif Media dipelataran kantor kejaksaan negeri Tual. "
hari ini kita semua diperlihatkan atas suatu perstasi inspektorat Kota tual yang membwah kasus dugaan korupsi Bantuan Stimulan Rumah Suwadaya Tam Ngurhir tahun anggaran 2019 yang ditaksir merugikan negara 1, 42 milyar ke kejaksaan Tual untuk diproses maka kejaksaan begitu cepat dan serius dan dalam waktu yang singkat menyelesaikan paket khusus kiriman dari inspektorat kota tual yang hari ini secara resmi dilakukan penahanan 4 orang tersangka masing masing FR, RT, FF dan MS.
maka kami juga memberikan warning atau peringatan yang tidak main main kepada bapak kejari tual dan juga inspektorat Kota tual agar memproses semua kasus dugaan korupasi yang ada di kota tual " saya tegaskan bahwa berbagai laporan perkara korupsi yang ada dikejaksaan negeri tual yang sampai hari ini belum tuntas itu jadi catatan merah kemudian inspektorat Kota tual banyak pemeriksaan yang terdapat penyimpangan namun tidak dibawah kejaksaan.
saya mencium aroma yang tidak bagus di kasus Bantuan suwadaya perumahaan tam ngurhir sebagai bentuk menjegal FR untuk tidak ikut dalam proses seleksi Sekretaris daerah Kota tual semoga saya keliru, Rahayaan menambahkan FR adalah salah satu tokoh dan putra asal kei besar yang saat ini punya pangkat dan ada pada jabatan tinggi dalam pemerintahan kota tual, maka kami menilai ada suatu proses yang dilakukan secara sitimatis dan terencana oleh inspektorat Kota tual membawa kasus ini ke kejaksan tual sebab untuk itu kami berharap agar inspektorat kota tual agar tetap konsisten untuk semua penyimpangan dan temuan yang ada pada pemerintah kota tual agar dibwah juga ke kejaksaan untuk diproses secara hukum agar keadilan yang sama atas semua orang dimata hukum " tegasnya.
kota Tual ini kecil dan kita saling tau ada peribahasa tepuk air diulang terpencik kena muka sendiri, dan jangan lempar batu sembunyi tangan" tegasnya. tambah rahayaan kondisi dan suasana seperti ini harusx dihilangkan namun semua masih akan berlangsung secara terus menerus ungkap rahayaan menutup komentarnya. (T.E 01/MTM)

0 Komentar