Eksekutifmedia.com. Tahukah Kamu?, INTERNASIONAL – Langit Libya kembali merah. Kabar menggemparkan datang dari kota Zintan, wilayah pegunungan yang selama bertahun-tahun menjadi "sangkar emas" bagi Saif al-Islam Gaddafi. Putra kesayangan sang mendiang Muammar Gaddafi itu dilaporkan tewas dibunuh oleh kelompok bersenjata misterius pada Selasa (3/2/2026).
Eksekusi Ala Gangster.
Laporan menyebutkan rumah kediaman Saif diserbu oleh empat pria bertopeng. Mereka bergerak taktis, mematikan kamera pengawas (CCTV) terlebih dahulu, lalu memberondongkan peluru. Ironis, bukan? Saif selama ini merasa aman di Zintan karena dilindungi oleh milisi setempat. Namun, nyatanya pagar makan tanaman. Tempat yang ia kira benteng pelindung, justru menjadi ladang pembantaiannya sendiri.
Sosok "Penyelamat" yang Gagal.
Dulu, Saif adalah wajah "modern" Libya. Ia lulusan London, fasih berbahasa Inggris, dan sering dianggap sebagai harapan reformasi di tengah kekakuan ayahnya. Namun takdir berkata lain. Saat revolusi pecah, ia memilih berdiri di samping ayahnya dan ikut tenggelam bersamanya. Kini, harapan itu benar-benar padam tertimbun pasir gurun.
Kutukan Keluarga Penguasa: Habis Tak Bersisa.
Kematian Saif al-Islam ini seolah menjadi stempel terakhir dari runtuhnya dinasti Gaddafi. Perlu kamu tahu, nasib anak-anak laki-laki sang Kolonel hampir semuanya berakhir dengan darah dan tragedi:
1. Mutassim & Khamis: Tewas secara brutal di medan tempur saat perang saudara 2011.
2. Saif al-Arab: Tubuhnya hancur terkena serangan udara (bom) NATO di rumahnya.
3. Saif al-Islam: Baru saja tewas ditembak di kediamannya (Februari 2026).
4. Sisanya (Hannibal & Muhammad): Hidup dalam ketakutan sebagai pelarian politik atau pencari suaka di negeri orang.
Kesimpulannya: Tewasnya Saif al-Islam bukan sekadar kematian seorang tokoh, tapi penanda bahwa "Kutukan Kekuasaan" itu nyata. Dari penguasa absolut yang ditakuti dunia, kini keluarga Gaddafi benar-benar mengalami kejatuhan total. Dinasti yang dibangun selama 42 tahun, kini rata dengan tanah, tak menyisakan pewaris tahta di tanah airnya sendiri. (MTM)
0 Komentar