Kajian Islam Spesial Ramadan 2026: Berpuasa Dapat Meningkatkan Integritas Dalam Bekerja

Jakarta - Eksekutifmedia.com. Kepala BPOM Taruna Ikrar menggelar Kajian Islam ”Spesial Sambut Ramadan” dengan menghadirkan Ustaz M. Nur Maulana di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Kamis (12/2/2026). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM Elfi Taruna Ikrar, Kepala Biro Umum BPOM Asih Liza Restanti, Kepala Sumber Daya Manusia BPOM Irwansyah, serta kaum muslimin dan muslimat pegawai BPOM dari seluruh unit pelaksana teknis (UPT) BPOM di seluruh Indonesia secara daring.  

“Kita bergembira dengan menyambut kedatangan bulan Ramadan, saat para umat muslim dari seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa di bulan tersebut. Sebelas bulan kita menantikan bulan mulia ini dalam setahun, yang mana terdapat hikmah yang luar biasa serta diturunkannya surat Al Qadar. Momen ketika amal ibadah satu malam itu lebih indah, lebih berkah dan mulia dari 1000 bulan,” ucap Taruna Ikrar memulai kegiatan. 


Menurut Kepala BPOM, berpuasa bukan sekadar menahan rasa haus dan lapar, melainkan mekanisme biologi yang jenius untuk pemulihan otak maupun tubuh. Mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, “Berpuasalah niscaya kamu akan sehat”, Kepala BPOM menyampaikan puasa sebagai detoksifikasi alami yang dapat meningkatkan produksi protein brain-derived neurotrophic factor (BDNF) untuk mendukung neurogenesis (pembentukan neuron baru) dan meningkatkan neuroplasticity.

“Selain itu, berpuasa juga melatih pre-frontal cortex untuk mengendalikan impuls (pengendalian hawa nafsu). Saya menambahkan, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, ‘puasa itu adalah perisai (benteng)’. Otak yang terlatih melalui puasa, maka akan menguatkan integritas dalam bekerja,” tambah Taruna Ikrar.

Sebagai insan BPOM, permintaan pasar dan risiko pelanggaran semakin meningkat menjelang Ramadan dan menjadi tantangan tersendiri. Tugas pengawasan obat dan makanan menjadi sangat krusial sehingga harus dilakukan secara itqan (profesional, tuntas, dan berkualitas). 

“Ramadan itu datang layaknya tamu. Betah atau tidak tamu yang datang itu tergantung insannya. Ada yang datang ke masjid untuk tarawih 3 hari, seminggu ke masjid, setelah itu hilang [nilai Ramadan dari hatinya]. Padahal, keutamaan salat di malam-malam Ramadan itu sangat besar dan bervariasi setiap malamnya,” ujar Ustaz M. Nur Maulana, yang terkenal dengan slogan ‘Jamaah, oh, Jamaah, Alhamdu..lillah’ ini.

“Ada tamu yang hanya datang singgah di halaman saja, tukang paket. Ada tamu yang datang memberikan undangan tapi ia tidak mau dijamu, tukang antar undangan. Ada tamu yang masuk ke dalam rumah sampai ke dapur, tukang galon. Maka, jadikan tamu Ramadan itu nginap di hati kita. Supaya ia betah, temani dia dengan baca Al-Quran, salat malam, memberikan santunan, niscaya akan nikmat mantap tertancap di hati dan senantiasa akan datang lagi [nikmatnya],” lanjutnya lagi.

Ustaz Maulana juga mengajarkan niat serta kaifiat tata cara berpuasa seraya mempraktikkan pelafalan niat puasa yang diniatkan selama sebulan penuh di awal malam pertama Ramadan. Ia juga berbagi tips dan trik bagi para jamaah dalam menyambut malam lailatul qadr dan mengejar keutamaan lainnya selama bulan suci.

“Mari jadikan Ramadan sebagai momentum penguatan komitmen terhadap pelayanan publik yang bersih dan transparan, pengawasan yang tegas, adil dan kredibel. Semoga Allah SWT meridai kegiatan ini. Dengan mengikuti kajian hari ini, diharapkan hati kita semakin tenang, pikiran kita semakin jernih, dan langkah kita semakin kuat dalam mengemban amanah pengawasan obat dan makanan, serta mampu menjalankan ibadah puasa secara maksimal,” tukas Taruna Ikrar. 

Bersamaan dengan kegiatan ini, Kepala BPOM memberikan santunan kepada pihak yang membutuhkan. Santunan yang diberikan berupa 300 bingkisan yang diterima oleh para tenaga alih daya/outsourcing di lingkungan BPOM. (MTM)


0 Komentar