Jakarta - Eksekutifmedia.com. Memanasnya situasi di Timur Tengah berdampak terhadap penerbangan. Gelombang penutupan wilayah udara langsung terjadi di sejumlah negara kawasan.
Situasi timur Tengah memanas berawal dari serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) di Iran pada Sabtu (28/2). Serangan yang diberi nama Epic Fury itu menewaskan pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan ratusan warga lainnya.
Iran kemudian meluncurkan serangan balasan pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Pada Sabtu (28/2), Iran juga telah meluncurkan serangan ke Riyadh dan provinsi Timur Saudi.
Mengutip data dari Flightradar24, Sabtu (28/2), Iran menutup seluruh wilayah udaranya pada 28 Februari hingga pukul 12.00 UTC. Tak hanya Iran, beberapa negara lain juga mengambil langkah serupa.
Hingga laporan terakhir, wilayah udara berikut ini ditutup sepenuhnya:
- Iran
- Irak
- Kuwait
- Bahrain
- Qatar
Wilayah udara Yordania dan Israel juga dilaporkan nyaris kosong, dengan hanya beberapa penerbangan tersisa yang mendarat atau mengubah rute untuk keluar dari area terdampak.
Penerbangan Dari Dan ke Indonesia BatalDampak memanasnya situasi di Timur Tengah juga berdampak terhadap penerbangan dari dan ke Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan sejumlah maskapai penerbangan rute internasional membatalkan perjalanannya.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan telah mendapat laporan bahwa sejumlah maskapai batal beroperasi. Maskapai yang membatalkan operasionalnya kebanyakan rute yang melewati kawasan Timur Tengah.
"Adapun maskapai yang telah membatalkan penerbangan atau tidak mengoperasionalkan penerbangan antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates. Ethiopian Airlines, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, Indigo Airlines, Srilanka Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines dan Scoot," kata Dudy dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
"Maskapai Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah, sedangkan Ethiopian Airlines masih beroperasi seperti biasa namun tidak mengoperasikan penerbangan ke Amman (Jordania) dan Tel Aviv (Israel)," sambungnya.
2 Maskapai Lokal Masih Operasional
Dudy mengatakan ada dua maskapai lokal yang masih melakukan operasional. Maskapai ini masih melayani rute ke Jeddah hingga Amsterdam.
"Sementara itu, dua maskapai dalam negeri yang melewati ruang udara Timur Tengah yakni Garuda Indonesia dan Lion Air saat ini belum terdampak konflik. Menhub Dudy menyebut penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah belum terdampak, sedangkan penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam di-reroute melalui Kairo (Mesir)," jelasnya.
Dudy menekankan keselamatan dan keamanan penerbangan harus menjadi prioritas utama. Kemenhub berkoordinasi dengan Airnav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara, dan otoritas asing untuk memperbarui informasi keamanan wilayah Timur Tengah serta memastikan penerbangan aman dan lancar.
"Beberapa negara telah menutup ruang udara untuk semua kedatangan dan keberangkatan, baik penerbangan komersial maupun pribadi. Negara-negara tersebut antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah," ucapnya.
"Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umroh," tambahnya.
Menhub Minta Maskapai Layani Penumpang Terdampak
Selanjutnya, Dudy meminta maskapai dan pengelola bandara memberikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dia ingin penumpang yang terdampak tetap terlayani.
"Hal ini juga termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area Imigrasi, pengaturan akomodasi, dan penjadwalan ulang penerbangan," tegasnya.
Dudy mengimbau seluruh maskapai penerbangan meningkatkan kewaspadaan. Dia ingin segala informasi dan perkembangan untuk segera disampaikan.
"Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi," katanya.
Dudy juga memastikan operasional penerbangan pada semua bandara di Indonesia, khususnya untuk rute internasional, tetap berlangsung dengan aman, lancar, dan berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang. (MTM)
0 Komentar