Gubernur Maluku Turun ke Maluku Tenggara, Langsung Melihat Kondisi Dampak Bentrokan Danar Ternate

Maluku - Eksekutifmedia.com.  HENDRIK Lewerissa turun langsung ke Maluku Tenggara untuk melihat dampak dari bentrokan antar dua daerah bertetangga di Danar.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa tiba di Langgur Malra, Tiba di Malra, Gubernur bersama rombongan disambut Bupati Thaher Hanubun, dan Wakil Bupati Viali Rahantoknam.

Gubernur ke Malra didampingi, Wakapolda Maluku Kasdam XV Pattimura, Kabinda Maluku, Anggota DPRD Provinsi maluku, Wakil Bupati Maluku Tenggara, Kadis Sosial Provinsi Maluku, Dansat Brimob Polda Maluku, dan Kasrem 151 Binaiya.

Rombongan Gubernur didampingi Bupati dan wabup Malra, menuju Desa Ohoi Danar Ternate lokasi bentrok. Setelah melihat puluhan rumah yang terbakar dan dirusak massa saat bentrok, Gubernur menemui para pengungsi.

Gubernur menemui warga Danar Ternate di lokasi pengungsia Desa Ufmar. Disana, Gubernur didampingi Bupati Thaher Hanubun menyerahkan sejumlah bantuan kepada pengungsi.

Dihadapan para pengungsi, Gubernur mengajak untuk semua pihak menahan diri, dan bisa kembali hidup berdamai.

Sedikitnya 77 rumah warga dilaporkan rusak berat bahkan dibakar dalam insiden yang terjadi pada akhir Maret 2026 tersebut, yang menyebabkan satu warga tewas, dua perwira polisi luka, dan sejumlah warga juga alami luka.

Sebelumnya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun berita hoaks yang berpotensi memecah belah persaudaraan di Maluku.

Imbauan tersebut disampaikan Gubernur menyusul bentrokan antarwarga di Desa Ohoi Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), yang terjadi pada Kamis hingga Jumat (27/3/2026) malam.

Dalam video berdurasi 2 menit 33 detik yang diterima ameks.fajar.co.id, Minggu (29/3/2026), Hendrik mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk menahan diri serta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

“Saya Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku, mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan. Kedepankan penyelesaian masalah melalui dialog, musyawarah, serta pendekatan adat, dan serahkan penanganan masalah kepada aparat penegak hukum,” ujar Hendrik.

Ia juga meminta para raja, anggota DPRD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta tokoh masyarakat lainnya untuk bersama-sama membantu meredam konflik dengan bekerja sama dengan aparat keamanan.

“Mari kita jaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing dengan tidak menyebarkan berita hoaks. Sebaliknya, jadilah pembawa pesan perdamaian, persaudaraan, dan cinta kasih sebagaimana diwariskan para leluhur”. (MTM)


0 Komentar