Kenapa Orang yang Paling Religius Pun Bisa Bercerai? Al-Quran Menyebut Satu Hal yang Sering Terlewat!

Tanyaislamyuk - Eksekutifmedia.com. Kesalahan adalah pintu masuk yang indah, tapi tanpa satu ilmu ini, pintu itu tidak selalu membawa ke tempat yang seharusnya.

Mereka sholat tahajud Bersama, hapal ayat-ayat tentang keluarga, dan dikenal sebagai pasangan yang religius. Lalu, mereka bercerai. Dan semua orang bertanya: "Bagaimana bisa?".

Tapi pertanyaan yang lebih penting justru tidak pernah diajukan: Apakah kesalahan tanpa satu hal ini cukup untuk menyelamatkan sebuah pernikahan?.

Al-Quran menyebutnya dengan jelas, tapi hamper tidak pernah ada yang membahasnya.Keluarga

Kita diajarkan banyak hal sebelum menikah. Kewajiban istri, hak suami, dan rukun nikah. Tapi ada satu hal yang hamper tidak pernah diajarkan yang justru Allah sebut sebagai pondasi dari segalanya.

Surah At-Thalaq ayat 2, diantara ayat-ayat tentang perceraian, Allah menyisipkan: "Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar".

Takwa. Bukan hanya ritual. Takwa yang hidup di dalam keputusan sehari-hari dan takwa yang hidup butuh ilmu, bukan hanya niat yang baik.

Seseorang bisa rajin sholat, tapi tidak tahu cara mengelola konflik tanpa menyakiti. Seseorang bisa hapal banyak ayat, tapi membawa luka lama dan ekspetasi yang tidak pernah dikomunikasikan.

"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat". (Al-Mujadalah : 11).

Iman dan ilmu, disebut Bersama. Banyak pernikahan runtuh bukan karena tidak ada cinta, tapi karena tidak ada ilmu yang cukup untuk menjaga cinta itu tetap hidup.

Al-Quran menyebutnya ma'ruf. Muncul berulang kali dalam ayat-ayat pernikahan. "Wa'aasyiruuhunna bil ma'ruf", pergaulilah mereka dengan ma'ruf.Buku & Sastra

Ma'ruf bukan sekedar "baik-baik saja".

Ma'ruf adalah kebaikan yang disadari dan dipilih secara aktif dan disesuaikan dengan kondisi pasanganmu hari ini.

Artinya: kamu harus benar-benar mengenal pasanganmu. Apa yang membuatnya merasa aman, apa lukanya, apa bahasanya. Dan untuk mengenal seperti itu, dibutuhkan kesediaan untuk terus belajar. Inilah yang paling sering terlewat.

Ada pasangan yang tidak pernah selingkuh, tidak ada kekerasan, tidak ada penghianatan, Tapi ada jarang yang tidak bisa dijelaskan. Dua jiwa yang tinggal serumah, tapi tidak pernah benar-benar saling menyentuh.

Bukan karena mereka tidak mencintai Allah, tapi karena tidak ada yang mengajarkan mereka cara membawa nilai-nilai Quran ke dalam percakapan nyata, ke dalam momen marah yang kecil, ke dalam kelelehan yang menumpuk, dan ke dalam harapan yang tidak pernah terucap.

Kesalehan adalah pintu masuk yang indah. Tapi tanpa ilmu yang hidup, pintu itu tidak selalu membawa tempat yang seharusnya.

Kalau kamu membaca ini dan merasa, "ini tentang pernikahanku", ini bukan akhir ceritamu. Al-Quran tidak hanyaa mendiagnosis masalah, Ia membawa system yang lengkap untuk memperbaikinya.Buku & Sastra

Tapi system itu hanya bekerja kalua kita mau membacanya dengan cara yang berbeda, bukan sebagai daftar kewajiban, tapi sebagai peta untuk mengenal diri, pasangan, dan pernikahan lebih dalam.Keluarga

Masih ada ruang. Selama dua jiwa masih mau dan mau belajar. (MTM)


0 Komentar