Prabowo Sorot Ada Kepala Daerah Mobilnya Rp 8 Miliar, Kritik Belanja Daerah Tak Produktif


Jakarta - Eksekutifmedia.com. Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti penggunaan anggaran di tingkat daerah yang dinilainya masih belum produktif dan efisien. Bahkan, Prabowo juga menyinggung adanya kepala daerah yang mobil dinasnya mencapai Rp 8 miliar. 

“Banyak pejabat itu menurut saya ini tidak efisien. Anda lihat sendiri. Kita buka-bukaan ya. Ada kabupaten, eh pemerintah daerah, dia beli mobil dinas gubernur berapa? Rp 8 miliar,” kata Prabowo saat diskusi dengan jurnalis di kediamannya wilayah Hambalang, Bogor, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Sebagai perbandingan, Prabowo mengungkap mobil dinas Maung yang dipakainya memiliki harga yang jauh lebih rendah.

Dia juga menegaskan bahwa Maung yang digunakannya adalah kendaraan dinas buatan dalam negeri.

“Saya Presiden Indonesia. Saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Harganya Rp 700 juta itu. Mungkin karena ini presiden, ada anti peluru, mungkin jadi Rp 1 miliar, tapi tidak sampai Rp 8 miliar. Kita selidiki semua, efisiensi,” tegasnya. 

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyorot masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi seperti pembangunan jembatan desa.

Kepala Negara menyayangkan masih adanya anggaran daerah yang digunakan untuk hal-hal yang tidak menjadi prioritas. 

“Banyak biaya yang harusnya dilaksanakan oleh kabupaten dan provinsi tidak dilaksanakan. Contoh tadi jembatan, jembatan desa, rakyat harus teriak, presiden harus turun tangan. Maaf, ada dana desa, ke mana dananya? Bupati ke mana, dana gubernur? Tapi oke lah, saya ambil tanggung jawab. Jadi, kita harus terbuka, kita harus fair,” ujar Prabowo. 

Prabowo pun menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab kepala daerah dalam mengelola anggaran publik. Ia menekankan bahwa anggaran harus benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat. “Habis itu kunjungan kerja-kunjungan kerja, sudahlah itu yang kita minta. Kesadaran, rasa tanggung jawab, iya kan?” lanjutnya. (MTM)



0 Komentar