Telepon Menlu Iran, Menlu Sugiono kembali tekankan Indonesia siap jadi mediator perang

Jakarta - Eksekutifmedia.com. Indonesia kembali menyatakan kesiapan menjadi mediator di tengah konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang terus memanas. 

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bahkan telah berkomunikasi langsung dengan Menlu Iran Abbas Araghchi terkait eskalasi situasi tersebut.

Melalui akun X resminya pada Selasa (3/3), Sugiono menegaskan Indonesia siap memainkan peran konstruktif guna mendorong perdamaian dan mencegah korban lebih lanjut.

"Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam memajukan perdamaian, termasuk menawarkan kesediaan kami untuk memfasilitasi dialog atau mediasi, dengan tujuan bersama untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan hilangnya nyawa orang tak bersalah secara tidak perlu," kata Sugiono.

Ia juga mendesak seluruh pihak untuk menahan diri dan segera melakukan de-eskalasi demi menjaga stabilitas kawasan.

"Indonesia mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan segera melakukan de-eskalasi. Penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB harus dijunjung tinggi. Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak menuju stabilitas regional," katanya.

Sugiono menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai landasan utama penyelesaian konflik.

IRAN APRESIASI NAMUN REALISASI DIRAGUKAN

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Presiden Prabowo siap menjadi mediator antara AS, Israel, dan Iran. Bahkan disebutkan Presiden siap bertolak ke Teheran apabila negara-negara terkait mengizinkan.

Pemerintah Iran melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta menyambut baik tawaran tersebut, namun juga mendorong agar pejabat Indonesia mengambil sikap lebih tegas terhadap AS dan Israel.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini, menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel," demikian rilis resmi Kedubes Iran pada Minggu.

Dalam pernyataan resmi Kemlu maupun Sugiono, Indonesia tidak secara eksplisit mengecam Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan resmi Kemlu hanya menyebut Indonesia menyesalkan perundingan yang gagal antara Iran dan AS yang berdampak pada eskalasi militer di Timur Tengah.

Sejumlah pengamat dan mantan diplomat meragukan tawaran mediasi tersebut akan mendapat respons positif dari Washington maupun Teheran. Mereka mempertanyakan posisi strategis Indonesia dalam konflik tersebut.

"Saya heran kenapa ide ini tidak difilter dulu sebelum diumumkan, karena sangat tidak realistis," kata mantan wakil menteri luar negeri Indonesia sekaligus mantan dubes RI untuk AS, Dino Patti Djalal. (MTM)


0 Komentar