Indramayu - Eksekutifmedia.com. Lucky Hakim mengaku heran dengan aksi unjuk rasa Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) yang berujung anarkis hingga merusak fasilitas publik. Lucky pun menduga ada indikasi oknum yang sengaja ingin membuat kerusuhan. Ia pun meminta meminta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) untuk melakukan konsultasi dengan Kapolres Indramayu perihal peristiwa ini. “Ini menurut saya ada oknum-oknum yang sengaja memanfaatkan momentum seperti itu melakukan tindakan anarkis, saya minta pak Erpin (Kepala DPKPP Indramayu) untuk berdiskusi sama pak Kapolres apakah ini bisa kita laporkan? Tentu bisa sebenarnya tapi saya memberikan kesempatan kepada siapapun pelakunya untuk segera mengganti, karena itu harus diganti,” ujar Lucky Hakim saat konferensi pers di Pendopo Indramayu, Kamis (2/4/2026).
Demo Petambak Indramayu Berujung Anarkis, Bupati Lucky Hakim: Itu PSN, Kenapa Merusak Alun-alun?
Lucky mengaku sangat menyesalkan jalannya aksi demo para petambak yang tergabung dalam Kompi hari ini.
Sejumlah fasilitas di Alun-alun Indramayu dilaporkan rusak. Tak hanya itu, ikon Tugu 0 Kilometer Indramayu juga turut menjadi sasaran amukkan massa pendem, hingga menimbulkan kerugian hampir Rp 100 juta.
“Saya juga heran, Kompi ini kan dewan penasihatnya Pak KH Juhadi, Pak KH Juhadi itu berkali-kali datang ke Pendopo, sering ke sini tapi gak pernah membahas masalah Proyek Revitalisasi Tambak atau Kompi,” ujar Lucky.
Lebih lanjut, kata Lucky, ia juga memiliki komunikasi yang baik dengan KH Juhadi. Lucky bahkan turut menunjukkan bukti komunikasi antara keduanya di aplikasi WhatsApp.
“Bisa dilihat komunikasi saya dengan KH Juhadi lancar, WA-an lancar, tapi beliau tidak pernah membahas masalah Kompi, tidak pernah membahas masalah Revitalisasi Tambak,” ujar dia.
“Kalau ada kan sebenarnya bisa WA ke saya, misalnya,” lanjut Lucky Hakim.
Mengenai ketidakhadirannya yang memicu kekecewaan massa, Lucky menyebut tidak pernah mendapat surat pemberitahuan unjuk rasa atau permohonan audiensi yang ditujukan kepada Bupati Indramayu.
Dari surat pemberitahuan aksi yang beredar, tercatat surat itu justru ditujukan untuk Kapolres Indramayu.
“Tadi saya ngecek, ada tidak surat dari Kompi untuk Bupati? Itu tidak ada, tidak ada surat yang katanya mau ketemu sama Bupati, tidak pernah ada surat. Okelah kalau surat dianggap birokratis, berbelit-belit, kan bisa WA ke saya, pasti saya temui,” tegasnya.
Termasuk dalam demo hari ini, massa dari Kompi sudah difasilitasi menyampaikan aspirasinya di Pendopo Indramayu dengan baik dan semua tuntutannya itu ditampung oleh Pemkab Indramayu.
Perihal masalah ini, disebut Lucky, bahwa Pemkab Indramayu sebenarnya tidak tutup mata.
Sebelumnya, Pemkab telah berupaya menjembatani aspirasi petambak dengan mengundang langsung pihak KKP ke Indramayu.
“Kalau tidak ada titik temu, maka sebenarnya bisa menyampaikannya ke DPR RI Komisi 4, itu yang bermitra dengan KKP, kemudian pertanian, jadi bisa disampaikan aspirasinya,” jelasnya.
“Tapi kalau ke Pendopo ya boleh sajalah, sampaikan aspirasi, tapi jangan sampai merusak,” lanjut Lucky Hakim.
Pada kesempatan itu, Lucky turut meluruskan terkait tuntutan petambak yang menolak keras Proyek Revitalisasi Tambak Pantura.
Ia menjelaskan, bahwa Pemkab Indramayu tidak memiliki wewenang untuk membatalkan proyek tersebut.
Pasalnya, proyek tersebut adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Lahan yang digunakan pun berstatus sebagai tanah negara.
“Jadi yang punya kerja adalah pemerintah pusat melalui kementerian, tanahnya adalah tanah negara, dan ketempatannya di Indramayu. Kami tidak punya kuasa akan masalah itu,” ujarnya.
Lucky menegaskan dirinya bisa berhadapan dengan hukum jika nekat menghalang-halangi program PSN tersebut.
Sehingga aksi pengrusakan fasilitas Alun-alun hingga ikon Tugu 0 Kilometer Indramayu ini, dinilai salah sasaran.
“Kita tidak bisa memutuskan membatalkan PSN, saya bisa dipenjara karena ini program Proyek Strategis Nasional untuk ketahanan pangan, ketahanan energi. Ibaratnya itu program pak Prabowo, pengampuhnya adalah Kementerian, lalu marah-marahnya ke Alun-alun Indramayu”. (MTM)
0 Komentar