Pendatang Baru Jakarta Capai 2.542 Orang, Mayoritas karena Keluarga

Jakarta  - Eksekutifmedia.com. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mencatat ada 2.542 pendatang baru masuk ke Ibu Kota usai arus mudik Lebaran 2026. 

Kepala Disdukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, mengatakan jumlah tersebut dihimpun sejak Rabu (25/3/2026) hingga Senin (6/4/2026). 

“Total pendatang baru pasca-Lebaran mulai tertanggal 25 sampai 6 April 2026 berjumlah 2.542.” ujar Denny dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).


Berdasarkan data Disdukcapil, jika dilihat dari daerah asal, mayoritas pendatang berasal dari sejumlah provinsi di Pulau Jawa. 

Jawa Barat menjadi penyumbang terbesar dengan persentase 37,65 persen.

Selanjutnya disusul Jawa Tengah sebesar 21,36 persen, Banten 13,43 persen, Sumatera Utara 8,01 persen, serta Jawa Timur 6,96 persen. 

Sementara berdasarkan kota asal, pendatang paling banyak berasal dari Bogor sebesar 5,39 persen, kemudian Bekasi 5,35 persen, Depok 4,08 persen, dan Kota Tangerang 3,25 persen. 

Alasan pendatang pindah ke Jakarta paling banyak karena faktor keluarga dengan persentase 35,33 persen. 

Kemudian disusul alasan lainnya sebesar 27,97 persen, perumahan 16,73 persen, pekerjaan 16,49 persen, dan pendidikan 3,04 persen.

Dari total pendatang tersebut, sebanyak 1.281 orang merupakan perempuan dan 1.261 orang laki-laki. 

Meski begitu, ia menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara. 

Disdukcapil masih menunggu rekapitulasi layanan administrasi kependudukan yang berlangsung hingga 25 April 2026. 

“Untuk tahun ini masih menunggu data layanan Adminduk mulai dari 25 Maret sampai dengan 25 April 2026 nanti,” kata Denny. 

Untuk mempercepat pendataan, Disdukcapil akan melakukan jemput bola dengan menggandeng pemerintah kota/kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan. 

Kegiatan ini berupa sosialisasi dan pembinaan administrasi kependudukan di tingkat RW yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 20 April 2026.

Denny menegaskan, kegiatan tersebut bukan merupakan operasi yustisi, melainkan upaya pembinaan agar para pendatang tertib administrasi.

Pemprov DKI Jakarta mengimbau para pendatang baru untuk segera melapor agar data kependudukan tetap akurat dan pelayanan publik dapat berjalan optimal. 

“Ini bukan operasi yustisi, tapi pembinaan agar pendatang tertib administrasi dan tercatat secara resmi”. (MTM)

0 Komentar