Bima - Eksekutifmedia.com. GERAK cepat Ketua Umum DPP Badan Musyawah Masyarakat Bima (BMMB) Jabodetabek, Sekretaris Jenderal (Sekjen), dan beberapa pengurus inti lainnya, patut diapresiasi. Hari ini, Rabu 16 April 2026, pengurus DPP BMMB yang dipimpin langsung Ketua Umunya, Firdaus Djuwaid, S.H., M.H., mengadakan silaturrahmi dengan beberapa tokoh penting asal NTB, diantaranya Mori Hanafi - Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem dan H. Johan Rosihan - Anggota DPR RI Fraksi PKS. Selain Firdaus, juga ikut serta Sekjen Jamaluddin Ikraman, S. Kom., M.M., Dr. Tasrif M. Saleh, Nimran Abdurrahman, S.H., M.H., Adi Baiquni, S. Psi., M.H., dan Jovan, S.H.
Pertemuan yang penuh hangat tersebut membahas berbagai hal, terutama tentang rencana kegiatan dan program BMMB., serta isu-isu strategis daerah Bima khususnya dan NTB umumnya. Sinergi dan kerja sama strategis ke depannya menjadi pijakan untuk kemajuan daerah. “Terimakasih atas waktu dan perhatian Pak Mori Hanafi dan dan Pak Johan Rosihan. Beliau juga bersedia menjadi mitra dan sinergis selama periode ke depan,” ujar Firdaus kepada EKSEKUITFMEDIA.COM.
Menurut Ketua DPP BMMB, ada dua agenda dalam waktu dekat ini yang harus dilakukan oleh pengurus DPP BMMB. Pertama, memperkuat peran BMMB dalam membangun sinergitas dan solidaritas masyarakat Bima di Jabodetabek bahkan se Indonesia. Kedua, mengeksplorasi gagasan-gagasan kreatif dan inovatif sebagai upaya untuk melakukan pembaharuan organisasi serta menjadikan BMMB sebagai organisasi yang saling membantu satu sama lain. “Jadikan BMMB sebagai organisasi yang saling membantu satu sama lain di atas prinsip hanta angi ( saling mengayomi),” ungkapnya.
Ia mengatakan, BMMB dari sejarah dibentuk sebagai wadah berkumpul warga Bima yang rindu kampung halaman, rindu dengan makanan khasnya. “Ketika berkumpul, yang dimakan, makanan Bima, ngobrol, ngobrol menggunakan bahasa Bima, bahkan ketika melantunkan ayat suci Alquran, suara indah ciri khas Bima juga. Jadi BMMB ini adalah rumah besar kita untuk menyatukan orang Bima di tanah rantau, yang harus kita rawat secara bersama,” ujarnya.
Bahkan selama ini, organisasi BMMB sudah memiliki modal sosial bagi masyarakat, peran-peran BMMB bukan saja dirasakan oleh warga Bima, tetapi juga oleh masyarakat luas dan Pemerintah. Firdaus berharap, akibat tuntutan perkembangan keadaan, BMMB juga harus menjadi organisasi yang mampu melahirkan kader-kader terbaiknya untuk menjadi pemimpin daerah dan bangsa. Tokoh-tokoh Bima memiliki latar belakang ilmu dan profesi berbeda, sehingga diharapkan kedepan BMMB bisa memberikan kontribusi untuk pembangunan daerah dan bangsa. Dengan demikian, BMMB bukan menjadi sekadar oranisasi dan symbol, namun BMMB sebagai laboratorium yang melahirkan ide-ide berkemajuan karena di dalamnya berkumpul berbagai potensi hebat.
Hasilnya hari ini, menurut Firdaus, BMMB telah menfokuskan peran dan fungsi DPR RI dapil NTB 1 khususnya kepada Mori Hanafi untuk merealisasikan pembangunan jembatan Lewa Mori. Kabar baiknya, meskipun ada efesiensi anggaran oleh Pemerintah Pusat, namun sebuah kesyukuran bahwa Mori Hanafi telah memastikan akan masuk dalam APBN Perubahan. Demikian juga dengan H. Johan Rosihan sangat berterimakasih atas kunjungan silaturahmi DPP BMMB. Bahkan, Johan telah menyatakan kesediaannya utk bersinergi dengan BMMB guna membangun sektor pertanian yg menjadi primadona penyuplai pendapatan daerah di Pulau Sumbawa, memastikan ketersediaan air dan pupuk bagi para petani.
Kedepan disepakati untuk mendorong perusahaan tambang yang beroperasi di Pulau Sumbawa, PT. Aman dan PT. STM akan segala kebutuhan bagi karywannya dapat mengambil hasil pertanian dengan harga tambang, sehingga kesejahteraan petani dan masyarakat meningkat. Mori juga dengan upayanya sebagai Anggota DPR RI telah berhasil membawa anggaran negara hingga 1,5 T dan kaitannya dengan kegiatan KONI dimana NTB menjadi tuan rumah, juga menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan BMMB. (MTM)




0 Komentar