Indramayu - Eksekutifmedia.com. Warga petambak Indramayu yang menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) Revitalisasi Tambak Pantura akhirnya mendapat angin segar dari DPRD Indramayu.
Petambak yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) itu diundang DPRD Indramayu pada Senin (6/4/2026), untuk membahas protes mereka terhadap PSN Revitalisasi Tambak Pantura.
Setelahnya, para petambak sempat menumpahkan tiga karung uang koin di depan Pendopo Indramayu, menyusul kekecewaan mereka tak ditemui Bupati Lucky Hakim saat menggelar unjuk rasa.
DPRD akan desak KKP
Dalam audiensi itu, DPRD akan mencoba mendesak KKP tidak menyasar areal tambak yang digarap oleh warga atau hanya fokus pada areal tambak tidak produktif saja.
Inisiatif itu disambut baik oleh massa KOMPI. Mereka juga mengucapkan terimakasih dan berharap upaya tersebut dapat membuahkan hasil.
“Dari dewan, terus terang kami mengucapkan terimakasih sudah ada jawaban yang sangat memuaskan untuk kami,” kata Ketua KOMPI Darsam di Gedung DPRD Indramayu.
Meski begitu, Darsam menegaskan, akan terus mengawal aspirasi tersebut sampai tujuan mereka yang menolak PSN pada areal garapan warga direalisasikan.
Petambak khawatir kehilangan mata pencaharian
Darsam tidak memungkiri soal kekhawatiran para petambak yang kini terancam kehilangan mata pencaharian.
Kekhawatiran itu makin nyata setelah adanya upaya pematokan atau pengukuran di areal tambak garapan mereka tanpa izin.
“Kami akan terus menolak upaya-upaya yang merugikan masyarakat pesisir,” tegas Darsam.
Harapan KOMPI, menurut Darsam hanya satu: petambak bisa nyaman mencari nafkah untuk keluarga kecil mereka masing-masing.
Jika proyek tersebut berniat mengambil alih lahan tambak mereka, KOMPI akan terus menyuarakan penolakan keras terhadap PSN tersebut.
“Sudah jelas harapan kami ya sudah, batalkan, sampai titik darah penghabisan, kami ingin itu dibatalkan, sudah selesai,” ujar dia.
Aksi koin jadi puncak ketegangan
Setelah dari Gedung DPRD Indramayu, warga petambak melanjutkan aksi mereka dengan menumpahkan tiga karung uang koin di depan pintu masuk Pendopo Indramayu.
Aksi koin tersebut menjadi puncak dari ketegangan yang terjadi selama sepekan terakhir.
Pengumpulan uang koin ini merupakan respons sekaligus ganti rugi atas rusaknya fasilitas Alun-alun Indramayu dan Tugu 0 Kilometer dalam unjuk rasa mereka sebelumnya.
Pada Kamis (2/4/2026), KOMPI kala itu melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran. KOMPI mengklaim ada 3.100 orang turun dalam aksi.
Massa dalam aksi itu merasa aspirasi mereka terkait dampak revitalisasi tambak tidak didengar langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
Tidak hadirnya bupati yang menemui pendemo saat itu kemudian menyulut emosi massa hingga berujung pada perusakan fasilitas umum.
“Uang koin ini kita serahkan ke Bupati, kalau totalnya saya juga kurang tahu tapi ada tiga karung,” pungka kaa Darsam. (MTM)
0 Komentar