Lombok Tengah - Eksekutifmedia.com. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) bergerak cepat melakukan langkah antisipasi untuk mengamankan belasan ribu hektare lahan pertanian. Hal itu menyusul ancaman cuaca ekstrem dan musim kemarau panjang yang mulai terasa pada awal Mei 2026.
Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, menyatakan bahwa kondisi ketersediaan air saat ini masih dalam kategori aman berkat curah hujan pada minggu-minggu sebelumnya yang berhasil ditampung secara maksimal. “Alhamdulillah, hujan beberapa hari lalu berhasil ditampung melalui bendungan, termasuk juga embung-embung masyarakat,” ucap Nursiah dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).
Untuk menjaga produktivitas, pemerintah daerah mengandalkan program Optimalisasi Lahan (Oplah). Nursiah menjelaskan bahwa pada tahun 2025, kuota Oplah mencapai 2.500 hektare yang didukung dengan penyiapan mesin pompa dan instalasi pipa untuk mengalirkan air dari irigasi teknis bendungan ke sawah-sawah petani.
Pemkab Loteng kini tengah mengusulkan penambahan luas Oplah sebesar 7.000 hektare lagi ke pemerintah pusat. Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk terus meningkatkan produksi pangan daerah. “Tujuan utama Oplah adalah meningkatkan produksi padi. Alhamdulillah, dengan program ini produksi padi kita tahun 2026 mencapai lebih dari 500.000 ton,” tambah Nursiah.
Bagi petani yang mengelola lahan tadah hujan atau non-teknis, Nursiah mengimbau agar tidak terpaku pada tanaman padi selama musim kemarau. Pemerintah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sumber air dari embung dan sumur bor yang tersedia untuk beralih ke tanaman yang lebih tahan kering. “Masyarakat yang memiliki sawah tadah hujan memiliki peluang dengan menanam tembakau, semangka, dan melon,” jelasnya.
Menurutnya, diversifikasi ini penting agar aktivitas pertanian tetap produktif meskipun pasokan air terbatas. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau ketersediaan air di titik-titik krusial guna memastikan para petani dapat melewati musim kemarau ini tanpa kendala berarti. (MTM)
0 Komentar