Wakil Bupati Buru Apresiasi Wisuda 47 Santri Tahfidz, Tegaskan Peran Strategis Generasi Qurani Wujudkan Buru BERSERI

Maluku - Eksekutifmedia.com. Wakil Bupati Buru, H. Sudarmo, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan 47 santri dan santriwati Pondok Pesantren Uswatun Hasanah Lala yang diwisuda dalam program Tahfidzul Qur’an Angkatan V Tahun 2026. Kecamatan Namlea Rabu, (6/5/2026)

Apresiasi tersebut disampaikan saat membacakan sambutan tertulis Bupati Buru, Ikram Umasugi, dalam momentum wisuda yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Dalam sambutannya, Bupati Buru menegaskan bahwa lahirnya 47 penghafal Al-Qur’an merupakan capaian luar biasa yang patut dibanggakan, sekaligus menjadi harapan besar bagi masa depan daerah.

“Atas nama pribadi, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Buru, kami menyampaikan apresiasi dan menyambut baik wisuda tahfidz Qur’an angkatan V ini. Kehadiran 47 santri penghafal Al-Qur’an merupakan kebanggaan sekaligus harapan baru dalam upaya membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat,” demikian disampaikan Wakil Bupati saat membacakan sambutan Bupati.

Lebih lanjut ditegaskan, wisuda tahfidz tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta memperkuat fondasi keagamaan hingga ke pelosok desa.

Bupati melalui Wakil Bupati juga menilai bahwa keberhasilan Pondok Pesantren Uswatun Hasanah Lala dalam membina para santri hingga mencapai hafalan Al-Qur’an merupakan investasi sosial dan spiritual jangka panjang bagi Kabupaten Buru.

“Para santri ini bukan hanya penghafal Al-Qur’an, tetapi juga calon penjaga nilai-nilai keislaman yang akan membawa keberkahan bagi daerah,” lanjutnya.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada para ustadz dan ustadzah yang telah membimbing para santri dengan penuh keikhlasan dan istiqamah.

“Kami bangga dengan dedikasi para guru yang tanpa kenal lelah membimbing para calon kader penjaga kemurnian Al-Qur’an. Pengorbanan waktu, tenaga, pikiran bahkan materi menjadi bukti ketulusan dalam menjalankan tugas mulia,” ungkapnya.

Dalam pesan kepada para wisudawan, Bupati Buru mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada proses menghafal, tetapi bagaimana menjaga hafalan tersebut sepanjang hayat.

“Al-Qur’an itu mudah bagi yang mau menghafalnya, namun yang berat adalah memelihara hafalannya. Karena itu, teruslah bermurajaah dan menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an,” pesannya.

Tak hanya itu, peran orang tua juga ditekankan sebagai kunci dalam menjaga keberlanjutan hafalan anak-anak. Pemerintah Kabupaten Buru mengajak keluarga untuk aktif menciptakan lingkungan religius di rumah.

“Salah satu langkah konkret adalah menghidupkan tradisi maghrib mengaji di lingkungan keluarga, agar nilai-nilai Al-Qur’an terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Dalam konteks yang lebih luas, Bupati Buru juga menyoroti tantangan globalisasi yang berdampak pada kemerosotan moral generasi muda. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk bersama-sama memperkuat pendidikan agama sebagai benteng utama.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk mempercayakan pendidikan anak-anak kepada lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren dan rumah tahfidz sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Menutup sambutannya, Pemerintah Kabupaten Buru menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, dengan harapan mereka tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai kedamaian, keteladanan, dan persatuan di tengah kehidupan masyarakat.

Puncak acara wisuda ditandai dengan prosesi pemasangan salempang oleh Wakil Bupati Buru, penyerahan plakat oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru, serta penyerahan sertifikat oleh Ketua Panitia yang juga Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solihin Buton, S.Hi., didampingi pimpinan yayasan dan kepala madrasah Pondok Pesantren Uswatun Hasanah Lala.

Momentum wisuda ini menjadi bukti nyata bahwa dari pesantren, lahir generasi Qurani yang tidak hanya menjaga hafalan, tetapi juga membawa cahaya Al-Qur’an untuk membangun Bupolo yang berseri dan masa depan yang gemilang. (MTM)

0 Komentar