Langgur - Eksekutifmedia.com. Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maluku Tenggara, berbagai elemen kepemudaan mulai menyuarakan harapan agar proses organisasi tersebut berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.
Ketua Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Kabupaten Maluku Tenggara, Budi Iwan, yang juga merupakan Calon Kandidat Ketua KNPI Kabupaten Maluku Tenggara, menegaskan bahwa Musda KNPI harus menjadi momentum konsolidasi pemuda yang demokratis, transparan, dan menjunjung tinggi konstitusi organisasi.
Menurut Budi Iwan, Musda merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat daerah yang memiliki mandat untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya, menyusun program kerja, serta memilih kepemimpinan baru yang sah dan mendapat legitimasi dari seluruh unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Hal tersebut sejalan dengan praktik Musda KNPI di berbagai daerah yang menekankan pentingnya pelaksanaan forum sesuai mekanisme organisasi.
"Musda KNPI Kabupaten Maluku Tenggara harus dilaksanakan secara terbuka, demokratis, dan sesuai AD/ART organisasi. Semua tahapan, mulai dari verifikasi peserta, penetapan hak suara, hingga pemilihan ketua harus dilakukan secara profesional agar menghasilkan kepemimpinan yang legitimate dan diterima seluruh elemen pemuda," ujar Budi Iwan.
Ia menambahkan bahwa KNPI merupakan rumah besar pemuda yang menghimpun berbagai organisasi kepemudaan. Oleh karena itu, pelaksanaan Musda tidak boleh diwarnai kepentingan kelompok tertentu yang dapat memicu perpecahan di kalangan pemuda.
"Yang paling penting adalah menjaga marwah organisasi. Siapa pun yang nantinya terpilih harus lahir dari proses yang benar dan sesuai mekanisme. Dengan demikian KNPI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan generasi muda di Maluku Tenggara," katanya.
Budi Iwan juga mengajak seluruh OKP, pengurus KNPI tingkat kecamatan, serta para pemuda di Kabupaten Maluku Tenggara untuk bersama-sama mengawal proses Musda secara objektif dan mengedepankan semangat persatuan.
Menurutnya, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa Musda yang dilaksanakan sesuai aturan organisasi mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat dan mendapat dukungan luas dari peserta forum. Sebaliknya, pelaksanaan yang tidak sesuai mekanisme berpotensi menimbulkan polemik dan sengketa organisasi.
Sebagai calon kandidat Ketua KNPI Kabupaten Maluku Tenggara, Budi Iwan menegaskan komitmennya untuk menjadikan KNPI sebagai wadah pemersatu pemuda tanpa membedakan latar belakang organisasi, agama, suku maupun kelompok tertentu.
"Pemuda Maluku Tenggara harus bersatu. Musda ini bukan sekadar memilih ketua, tetapi menentukan arah gerakan pemuda ke depan. Karena itu mari kita sukseskan Musda KNPI dengan semangat persaudaraan, kebersamaan, dan ketaatan terhadap mekanisme organisasi," tutupnya. (MTM)
0 Komentar