Kenaikan BBM Dinilai untuk Jaga Rupiah

Jakarta - Eksekutifmedia.com. Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad), Bonti Wiradinata, menilai penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dilakukan pemerintah merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sekaligus mengurangi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Bonti, keputusan menaikkan harga BBM nonsubsidi tidak terlepas dari kondisi pelemahan rupiah yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Situasi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap beban fiskal pemerintah sehingga diperlukan langkah penyesuaian guna menjaga keseimbangan keuangan negara.

“Urgensi menaikkan harga BBM ini saya perkirakan terkait dengan strategi pemerintah dalam mempertahankan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta mengatasi tekanan APBN yang terjadi sebagai akibat pelemahan rupiah tersebut,” ujar Bonti dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa harga Pertamax sebagai BBM nonsubsidi pada dasarnya mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ketika kedua faktor tersebut mengalami tekanan dalam periode yang cukup panjang, pemerintah pada akhirnya perlu melakukan penyesuaian harga agar tidak menimbulkan beban fiskal yang semakin besar. (MTM)

0 Komentar