Perkuat Produksi dan Swasembada Pangan, Bupati Lucky Hakim Dorong Modernisasi Pertanian

Indramayu - Eksekutifmedia.com. Indramayu terus bergerak memperkuat sektor pertanian. Bukan hanya untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga memastikan pertanian semakin modern, efisien, dan mampu menjawab tantangan menuju swasembada pangan.

Semangat itu terlihat dalam panen perdana Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Blok Suket Baju, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi.

Program PM-AAS yang diterapkan di lahan seluas 100 hektare di Indramayu ini merupakan bagian dari demfarm nasional seluas 2.000 hektare yang tersebar di 14 provinsi.

Di Indramayu, saat ini program tersebut melibatkan 9 kelompok tani, 1 brigade pangan, dan 93 petani. Berbagai dukungan teknologi juga diberikan, mulai dari pompa dan irigasi perpompaan hingga combine harvester dan drone sprayer.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pertanian Indramayu.

Menurutnya, dukungan alat mesin pertanian dan sarana produksi menjadi modal penting bagi petani, terlebih di tengah tantangan cuaca dan keterbatasan air.

“Walaupun sekarang ada El Nino, tentu ada kekeringan, tapi ini bisa menjadi pelipur lara dan optimisme kami," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan sekaligus penanggung jawab swasembada pangan Jawa Barat, Rachmat, menegaskan pentingnya memperluas penerapan teknologi pertanian di Indramayu.

Modernisasi, menurutnya, harus terus dikembangkan agar petani semakin efisien dan produktif.

“Saya siap support Indramayu," ucapnya.

Dukungan juga ditegaskan Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Padi, Amin Nur. BRMP Padi siap mendukung pengembangan teknologi pertanian sekaligus memperkuat pendampingan penyuluh kepada petani.

“BRMP Padi siap support," tegasnya.

Bagi petani, tutur Amin, modernisasi bukan sekadar menghadirkan mesin dan teknologi baru.

Lebih dari itu, modernisasi menjadi pengalaman baru untuk bekerja lebih efektif, menghemat waktu dan tenaga, serta meningkatkan produktivitas.

Sementara itu, salah satu perwakilan koordinator penyuluh berharap pendampingan kepada petani terus diperkuat. Langkah tersebut dinilai penting agar pemanfaatan teknologi semakin terbiasa diterapkan dalam setiap tahapan budidaya.

Upaya pendampingan dan penerapan teknologi itu pun mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan pengukuran BPS Kabupaten Indramayu, produktivitas rata-rata pada lima titik ubinan mencapai 10,45 ton per hektare.

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa modernisasi pertanian bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan investasi penting untuk memperkuat ketahanan pangan di masa depan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, brigade pangan, dan petani, Indramayu terus memperkuat produksi dan meningkatkan produktivitas pertanian. Upaya itu sekaligus memperkuat peran Indramayu dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (MTM)


0 Komentar