Saat Anak Belajar Lewat Sains, Seni, Musik, dan Pengalaman Baru

Jakarta - Eksekutifmedia.com. Proses belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Lingkungan yang berbeda justru dapat memberikan pengalaman baru bagi anak, sekaligus melatih kemampuan beradaptasi, kemandirian, kreativitas, hingga keberanian untuk berinteraksi dengan orang lain.

Konsep tersebut dihadirkan dalam PENABUR Learning Festival 2026 yang untuk pertama kalinya digelar BPK PENABUR Jakarta. Berlangsung pada 11-16 Agustus 2026 di Main Atrium Puri Indah Mall 2, Jakarta Barat, kegiatan bertema “Growing in Wisdom & Character” ini membawa sejumlah aktivitas pembelajaran dari lingkungan sekolah ke ruang publik.

Tidak hanya memberikan gambaran mengenai kegiatan belajar di kelas, festival tersebut juga menghadirkan pameran proyek  sains dan teknologi, kompetisi  seni, pertunjukan  musik hingga diskusi mengenai berbagai isu pendidikan. 

Deputi Direktur Pelaksana BPK PENABUR Jakarta Teofilus Sunarsa mengatakan terdapat tiga kegiatan utama yang menjadi bagian dari festival tersebut. Salah satunya berupa pembelajaran yang biasanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi kali ini dibawa ke ruang publik. 

“Kami menggelar festival ini dan ada tiga kegiatan besar di dalamnya. Ada kegiatan pembelajaran yang dibawa dari sekolah ke tempat umum, dimana melatih kemandirian anak-anak dan bisa belajar di situasi yang berbeda dari biasanya. Lalu, diadakan juga STEAM Exhibition dan ‘Dream Star’ yang diikuti oleh siswa PENABUR maupun siswa dari sekolah lain, bertujuan untuk mengasah kreativitas mereka,” ujar Teofilus. 

Konsep belajar di ruang publik memberikan kesempatan kepada anak untuk menghadapi situasi yang berbeda dari rutinitas sekolah. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga berlatih berkomunikasi, menunjukkan karya hingga berinteraksi dengan masyarakat yang menyaksikan aktivitas tersebut. 

Selain kegiatan untuk siswa, festival juga menghadirkan podcast pendidikan setiap hari. Topik yang dibicarakan cukup beragam, mulai dari tantangan orang tua generasi Z dalam mendidik generasi Alpha hingga peran musik sebagai bagian dari pendidikan anak.


Mengenalkan Pembelajaran di Luar Kelas 

Rangkaian festival pada 11-13 Agustus 2026 dimulai dengan kegiatan bertajuk “Learning Beyond The Classroom”. Melalui program tersebut, pengunjung dapat melihat secara langsung gambaran aktivitas pembelajaran yang biasanya berlangsung di sekolah. 

Kelas yang diperkenalkan mencakup jenjang taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Anak dan orang tua pun dapat memperoleh pengalaman berbeda dibandingkan sekadar menyaksikan kegiatan pembelajaran melalui media sosial ataupun saat berkunjung ke sekolah.

Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini BPK PENABUR Jakarta Sri Lestari menilai jenjang pendidikan usia dini memiliki peran penting dalam membangun fondasi belajar anak. 

Menurutnya, dunia anak yang dekat dengan aktivitas bermain dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan konsep pembelajaran dengan cara yang menyenangkan.

“Ada tiga alasan penting kenapa anak perlu masuk TK. Pertama, membangun pondasi  pendidikan atau rumah belajar. Kedua, bermain adalah metode yang terbaik bagi anak-anak agar memahami konsep pembelajaran di sekolah. Ketiga, pembentukan mindset belajar, ketika tumbuh rasa senang saat bermain, maka anak akan berpikir bahwa belajar itu menyenangkan,” jelas Sri Lestari di sela-sela kelas TK, Selasa (11/8/2026).

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa proses belajar pada anak usia dini tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan akademik. Pengalaman bermain, bersosialisasi, mengenali lingkungan hingga membangun rasa percaya diri juga menjadi bagian dari proses perkembangan mereka.


Sains hingga Seni Jadi Ruang Eksplorasi Anak 

Selain membawa kelas ke ruang publik, festival juga memberikan panggung bagi siswa untuk memperlihatkan kemampuan dalam bidang sains, teknologi dan seni. 

Pada 14 dan 16 Agustus 2026 digelar STEAM Exhibition untuk jenjang sekolah dasar. Siswa yang memiliki ketertarikan pada Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics memamerkan berbagai proyek yang telah mereka kerjakan. 

Hasil karya tersebut ditampilkan melalui booth yang dapat dikunjungi masyarakat. Para siswa juga mendapatkan kesempatan mempresentasikan proyek mereka di atas panggung di hadapan dewan juri. 

Aktivitas semacam ini tidak hanya mengasah pemahaman siswa terhadap ilmu pengetahuan. Proses menjelaskan sebuah karya di depan orang lain juga membantu melatih komunikasi, kepercayaan diri serta kemampuan mempertanggungjawabkan ide yang mereka kembangkan.

Ruang kreativitas juga diberikan kepada anak-anak dengan minat di bidang seni melalui kompetisi “Dream Star”. Program tersebut ditujukan bagi siswa kelas 5 dan 6 sekolah dasar. 

Sebelum menuju babak final, para peserta telah mengikuti proses audisi yang berlangsung di 17 SMPK PENABUR Jakarta pada 1 Agustus 2026. Peserta terpilih kemudian mendapatkan kesempatan tampil pada babak final yang digelar Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kehadiran kompetisi  sains dan seni dalam satu rangkaian kegiatan memperlihatkan bahwa potensi anak dapat tumbuh dari beragam bidang. Kemampuan akademik tidak menjadi satu-satunya ukuran karena kreativitas,  seni pertunjukan hingga keberanian tampil juga menjadi bagian penting dalam proses perkembangan.


Musik dan Pertunjukan Lengkapi Pengalaman Belajar 

Nuansa seni semakin terasa melalui penampilan PENABUR Children Choir dan PENABUR Children Orchestra. Para siswa membawakan sejumlah lagu populer, seperti “Dancing Queen”, “Hotel California”, dan “Paint My Love” di Main Atrium Puri Indah Mall 2 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. 

Pertunjukan musik bukan sekadar menjadi hiburan bagi pengunjung. Bagi para siswa yang terlibat, tampil dalam sebuah kelompok juga membutuhkan kemampuan mendengarkan, menjaga konsentrasi, disiplin berlatih serta bekerja sama dengan anggota lainnya. 

Sepanjang festival, berbagai penampilan dari jenjang TK, SD, SMP, SMA hingga Intercultural turut ditampilkan. Ragam pertunjukan mulai dari bernyanyi, tarian tradisional, modern dance hingga berbagai bentuk kreativitas lainnya. 

Salah satu pertunjukan yang disiapkan adalah mini pentas seni jenjang sekolah dasar bertajuk “BJ Habibie”. Pertunjukan tersebut dijadwalkan tampil perdana pada Minggu, 16 Agustus 2026. 

Dengan membawa proses belajar ke ruang publik, kegiatan pendidikan tidak lagi hanya terlihat sebagai aktivitas formal antara guru dan siswa di dalam kelas. Pengalaman mengeksplorasi sains, seni, musik hingga tampil di hadapan masyarakat dapat menjadi bagian dari pembelajaran yang membantu anak mengenali kemampuan dirinya sekaligus belajar menghadapi lingkungan yang lebih luas.  (MTM)

0 Komentar