Jakarta - Eksekutifmedia.com. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat pelayanan publik melalui pengembangan fasilitas kesehatan, perluasan akses layanan bagi kelompok rentan, serta dukungan pendidikan bagi masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, upaya tersebut menjadi bagian dari pembangunan Jakarta yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan warga.
Hal itu disampaikan Pramono saat memberikan sambutan dalam acara inaugurasi operasional penuh Rumah Sakit (RS) Tria Dipa di Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan Jakarta sebagai kota global tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara merata.
Perluas akses layanan kesehatan
Di sektor kesehatan, Jakarta telah mencatatkan cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) sebesar 99,91 persen.
Layanan kesehatan di Jakarta saat ini ditopang oleh 196 rumah sakit, 44 puskesmas kecamatan, dan 292 puskesmas pembantu yang tersebar di seluruh wilayah ibu kota.
Pemprov DKI Jakarta sendiri saat ini mengelola 31 rumah sakit umum daerah (RSUD). Untuk memperluas jangkauan layanan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan pembangunan dua rumah sakit baru di Cakung dan Sumber Waras.
"Selain Tria Dipa yang sudah diresmikan, Rumah Sakit Sumber Waras juga akan segera kami bangun kembali menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Ini yang akan menjadi salah satu rumah sakit kebanggaan bagi Jakarta," ujar Pramono.
Selain memperkuat fasilitas kesehatan, Pemprov DKI juga menjalankan program Pasukan Putih untuk memberikan layanan kesehatan secara langsung kepada kelompok rentan, lansia, dan penyandang disabilitas, termasuk mereka yang tinggal di kawasan permukiman padat.
Upaya tersebut dibarengi dengan pemberian layanan transportasi umum gratis bagi lansia dan 15 kelompok masyarakat tertentu.
Pendidikan untuk tekan ketimpangan
Penguatan pelayanan publik juga dilakukan di tengah tantangan ketimpangan sosial di Jakarta.
Secara ekonomi, Jakarta mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,52 persen dan menyumbang 16,32 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Namun, rasio Gini Jakarta masih berada di level 0,432. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Pemprov DKI dalam menjalankan intervensi, termasuk melalui sektor pendidikan.
Saat ini, Pemprov DKI menyalurkan bantuan pendidikan kepada 707.477 siswa jenjang SD hingga SMA serta 15.820 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan tinggi.
Pramono mengatakan, Pemprov DKI juga berencana membentuk lembaga pengelola dana pendidikan sendiri agar dukungan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu dapat diperluas.
"Mudah-mudahan tahun depan Jakarta akan memiliki lembaga pengelola dana pendidikan sendiri yang dikelola Pemprov DKI. Dengan begitu, anak-anak terbaik dari keluarga kurang mampu dapat kami sekolahkan hingga ke luar negeri," ucap Pramono.
Melalui penguatan layanan kesehatan dan dukungan pendidikan tersebut, Pemprov DKI berharap, pembangunan Jakarta dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup dan pemerataan kesempatan bagi warganya. (MTM)
0 Komentar