Wali Kota Tangerang: Teknologi jadi ruang baru kenalkan kekayaan budaya

Tangerang  - Eksekutifmedia.com. Wali Kota Tangerang, Banten, Sachrudin, menegaskan perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan sebagai ruang baru untuk membuat kekayaan budaya tersebut semakin dekat dan dikenal generasi muda.

Pemerintah Kota Tangerang mendorong pelaku seni dan budaya memanfaatkan ruang digital, termasuk lewat Aplikasi Tangerang LIVE melalui fitur E-Plesiran, untuk memperkenalkan karya, kegiatan, komunitas, dan potensi budaya lokal.

“Hari ini, kami sosialisasikan kepada para seniman dan budayawan di Kota Tangerang untuk terus mengembangkan seni dan budaya yang ada agar tetap relevan dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Di antaranya melalui pemanfaatan teknologi digital yang ada di aplikasi Tangerang LIVE,” ujar Sachrudin saat membuka Sosialisasi Organisasi Seni Budaya Keagamaan di Kota Tangerang, Rabu.

Ia menuturkan, kekayaan seni dan budaya keagamaan bukan sekadar warisan masa lalu tetapi tetap harus diperkenalkan dengan cara yang relevan dan dekat dengan generasi muda.

Selain itu, keberlangsungan seni dan budaya membutuhkan kolaborasi seniman, budayawan, tokoh agama, komunitas, pemerintah, dan generasi muda sebagai penerus.

“Bagaimana seni budaya di Kota Tangerang ini bisa tumbuh dan berkembang, punya daya tarik sendiri, bukan hanya dikenal masyarakat Kota Tangerang, tetapi juga daerah lain bahkan mancanegara. Yang paling penting, bagaimana kita menghadirkan seni budaya ini kepada generasi penerus, para generasi muda,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, budaya tidak berhenti pada pertunjukan, tetapi mencakup nilai, tradisi, kebiasaan, dan identitas masyarakat yang diwariskan antargenerasi.

Sebagai kota multikultural dan multietnis, Kota Tangerang memiliki kekayaan seni dan tradisi, mulai dari palang pintu, lenong, wayang kulit, barongsai, gambang kromong, tari cokek, debus, hingga hadroh, marawis, gambus dan berbagai seni budaya keagamaan lainnya.

Sachrudin, menuturkan, seni budaya keagamaan juga dapat menjadi media untuk menanamkan nilai kebaikan, persaudaraan, toleransi, dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Ia berharap, sosialisasi tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi berlanjut menjadi karya dan kolaborasi nyata yang membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan meneruskan budaya daerah.

“Harapannya tentu kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi saja, tetapi bagaimana kita bersama-sama mengembangkan seni budaya yang ada di Kota Tangerang, sehingga tetap hidup, dikenal, dan bisa diwariskan kepada generasi penerus,” pungkasnya. (MTM)

0 Komentar