Tual - Eksekutifmedia.com. Wali Kota Tual, H. Akhmad Yani Renuat, mendorong penguatan sektor perikanan melalui kerja sama dengan PT SIS dan investor asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) guna membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Hal itu disampaikan Akhmad Yani saat diwawancarai usai menyambut Tim Maryadat Futsal di Aula Kantor Wali Kota Tual.
Menurut Yani, Kota Tual memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Dalam sebulan, produksi perikanan di wilayah tersebut dapat mencapai lebih dari 500 ton. Potensi itu didukung karakteristik geografis Kota Tual yang sekitar 98 persen wilayahnya merupakan laut.
“Potensi perikanan kita sangat besar. Dalam satu bulan bisa lebih dari 500 ton. Luas wilayah Kota Tual 98 persen adalah laut. Ini adalah basis unggulan kita,” kata Yani.
Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat karena pemerintah kabupaten/kota menghadapi keterbatasan kewenangan dalam pengelolaan wilayah laut.
Yani menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan pengelolaan wilayah laut terbagi antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
“Wilayah laut 0 sampai 4 mil dikelola provinsi, sedangkan 4 sampai 12 mil menjadi kewenangan pemerintah pusat. Sementara pemerintah kota tidak memiliki kewenangan pengelolaan,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Yani, turut memengaruhi upaya pemberdayaan nelayan dan optimalisasi produksi perikanan tangkap di Kota Tual.
Padahal, Kota Tual berada di kawasan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 714, 715, dan 718 yang memiliki potensi sumber daya perikanan strategis. Kota Tual juga memiliki Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual yang selama ini diproyeksikan menjadi salah satu penopang program Lumbung Ikan Nasional (LIN).
Yani menyoroti masih banyak kapal yang menangkap ikan di perairan sekitar Tual, namun hasil tangkapannya tidak seluruhnya didaratkan di PPN Tual.
“Fasilitas PPN sudah dibangun bertahun-tahun untuk mendukung Lumbung Ikan Nasional,” katanya.
Karena itu, Pemkot Tual akan memperjuangkan kebijakan agar kapal-kapal yang beroperasi di wilayah perairan Tual dapat mendaratkan hasil tangkapannya di PPN Tual.
Langkah tersebut dinilai penting agar aktivitas perikanan memberikan efek ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha di Kota Tual.
Selain mendorong optimalisasi sektor perikanan, Pemkot Tual juga membuka peluang kerja sama investasi dengan pihak swasta dan investor luar negeri.
Yani mengatakan, kerja sama yang tengah dibangun melibatkan PT SIS, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), serta investor dari RRT.
Menurutnya, kemitraan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi kawasan, tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
“Kerja sama dengan PT SIS dan investor dari RRT ini mampu merekrut tenaga kerja lokal untuk mengatasi persoalan pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan,” pungkas Yani. (MTM)
0 Komentar